Pieces of P's

Prihandoko

Posted in Story by puty on October 28, 2009

Prihandoko

Prihandoko. Pria, 40, Bekasi.
Petugas DLLAJ.

Angkutan kota adalah kultur. Motor adalah kultur. Mobil Alphard pun adalah kultur. Semua seharusnya taat pada lampu merah dan rambu lalu lintas, dan tidak kongkalingkong dengan aparat keamanan jalanan waktu ditilang. Sebenarnya Prihandoko bukan aparat keamanan, tapi aparat ketertiban. Dia tidak semestinya berada bersama lampu merah. Fungsi mereka terlalu sama untuk berada pada satu luas pandang. Dia berada di sana karena lampu merah tidak cukup memaksa untuk ditaati. Lampu merah adalah benda diam dan Prihandoko adalah kultur.

“Go ahead, go ahead,” begitu katanya, seperti papan iklan rokok besar melintang yang berada pada satu luas pandang dengannya. Kata-kata mereka terlalu sama untuk fungsi yang berbeda. Prihandoko menyuruh angkutan umum untuk go ahead agar jalan tidak macet. Papan iklan rokok besar melintang menyuruh masyarakat untuk go ahead merokok. Prihandoko adalah perokok dan papan iklan rokok yang melintang adalah kultur.

Waktu dia pulang, anaknya, Tri*, dan istrinya, Rini*, akan menyambutnya dengan besar hati. Bapak pulang dari menertibkan jalanan. Angkutan kota, motor, bahkan mobil Alphard taat pada sang bapak (seharusnya. semestinya. lebih dari mereka taat kepada lampu merah). “Ayo kita go ahead makan malam,” kata Tri. “Shalat dulu,” kata ibunya.

Mereka lalu shalat berjamaah. Sayur gabus dan tempe mulai mendingin di atas meja, di bawah tudung saji. Sebungkus rokok tetap kering di dalam kantong seragam, menyandang identitas DLLAJ. Buku pekerjaan rumah tergeletak di meja ruang tamu dengan judul, “Ayahku”. Dan segalanya; nasi, sayur gabus, tempe; bahkan buku pekerjaan rumah, adalah kultur.

Prihandoko dan keluarganya adalah kultur.

Advertisement
Tagged with: ,

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. copyproof said, on November 10, 2009 at 9:37 pm

    Superb writings!!

  2. iks said, on November 21, 2009 at 5:15 pm

    jika menulis adalah kultur dan salah satu kata sifat adalah keren, maka saya menyebut posting ini kultur yang keren!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.