Penny, James

Pria, Liverpool, Inggris
—
James Penny. Namanya dijadikan nama sebuah jalan di Liverpool, Inggris.
Jalan itu kemudian dijadikan sebuah lagu oleh The Beatles.
In Penny Lane there is a barber showing photographs
Of every head he’s had the pleasure to know
And all the people that come and go
Stop and say hello
…
Sedikit yang (mencari) tahu fakta bahwa James Penny semasa hidupnya adalah seorang pedagang budak, dan menentang keras dihapuskannya perbudakan. Tingkat kematian budak-budaknya adalah satu banding dua belas.
…
Penny Lane is in my ears and in my eyes
There beneath the blue suburban skies
Penny Lane
—
Pirta Putri

Perempuan, 16, Jakarta.
Pelajar SMA.
—
Nama: Pirta Putri
Kelas: XI IPS 2
No. Absen : 3425/09/2009
Tugas Sosiologi
Pengungkapan diri (self disclosure)Fakta Unik Tentang Saya: Nama Saya, Pirta
Setiap orang mungkin memiliki fakta yang tidak banyak diketahui oleh orang lain, misalnya dia tidak bisa makan nasi, atau dia mengidap phobia laba-laba (arachnophobia). Saya adalah pemakan nasi, dan tidak punya phobia apa-apa. Namun banyak hal unik dibalik nama depan saya: Pirta.
Boleh dibilang nama saya cukup tidak lazim bagi orang Indonesia. Banyak yang berpikir bahwa tukang akte kelahiran salah mengetik nama saya, mungkin seharusnya Prita. Tidak. Memang nama saya Pirta. Dalam bahasa Eskimo, nama saya berarti ‘badai salju’. Salah satu dari sekian puluh kata dalam bahasa Eskimo yang berhubungan dengan salju.
Saya bukan orang Eskimo, tentu saja. Ini berawal dari buku 2201 Fascinating Facts yang disusun oleh David Louis. Disebutkan bahwa orang Eskimo punya lebih dari 20 kata untuk salju. Ibu saya sangat tertarik dengan fakta tersebut. Ibu saya menganggap salju sebagai keajaiban alam. Sepanjang sejarah, tidak pernah ada keping salju dengan pola yang sama, satu sama lain. Ibu saya mengagumi hubungan erat antara salju dengan orang Eskimo. Mereka hidup di atas, di antara, dan di bawah salju. Timbul niat ibu saya untuk memberi nama anaknya kelak salah satu dari kata dalam bahasa Eskimo untuk salju.
Waktu ibu saya mengandung saya, pada usia delapan bulan lebih, bapak saya ditugaskan ke Birmingham, Alabama, Amerika Serikat selama satu bulan. Menjelang hari kepulangannya, terjadilah badai salju yang sangat besar yang disebut The Storm of the Century, atau The White Hurricane, atau The (Great) Blizzard of 1993.
Selama beberapa hari Bapak tidak bisa menghubungi Ibu, padahal Ibu sudah akan melahirkan. Ibu berdoa di Jakarta, dan Bapak berdoa di Amerika. Ibu berdoa agar bapak selamat dari badai salju, Bapak berdoa agar Ibu melahirkan dengan selamat. Tanggal 15 Maret 1993 saya lahir, dan badai pun berhenti. Bapak bisa pulang dengan selamat, dan saya diberi nama Pirta yang artinya ‘badai salju’. Rencana lama yang tercapai bagi Ibu, dan kenang-kenangan bagi Bapak yang terjebak badai salju berhari-hari.
Itulah fakta unik di balik nama saya. Saya suka dengan nama saya, Pirta. Memang terdengar tidak lazim, tapi memiliki makna dan cerita. Dan Pirta sepertinya salah satu yang terbaik dari nama-nama salju dalam bahasa Eksimo. Mungkin kalau tidak terjadi badai salju menjelang kelahiran saya, saya akan diberi nama ‘Kanevvluk’ yang artinya partikel halus hujan salju, atau ‘Muruaneq’ yang artinya salju yang dalam dan lembut. Atau mungkin ‘Astrila’ yang artinya salju yang berkilau karena cahaya bintang.
—
Plato

428 – 347 BC, Male, Athens.
Philosopher, mathematician.
—
Wise men talk because they have something to say; fools, because they have to say something.
—
Pradana Kala

24, Pria, Bandung.
—
ya gt dah,,
tnya aja ma tmn2 gw,,
ato lw kira2 aja dr profile Facebook gw,,
—
Tidak ada yang istimewa tentang dia, kecuali mungkin namanya . Pradana adalah pertama. Kala adalah waktu.
Pradana Kala adalah anak sulung dari 3 bersaudara, punya 2 adik perempuan, punya Ayah pegawai bank biasa, dan Ibu yang berjualan kerudung. Dia lulus dari perguruan tinggi swasta, IPK 3.15, jurusan manajemen. Penggemar GIGI dan Luna Maya. Rokok Marlboro. Pagi-pagi nonton Dahsyat. Ke warnet untuk buka Facebook, sesekali situs porno.
Pradana Kala boleh jadi stereotype pemuda Indonesia, kurang lebih. Seperti yang masih banyak akan lahir. Mungkin dengan nama yang tidak sebagus ini, dan hutan yang tinggal sedikit tersisa.
Pradana Kala, S.Sos. adalah pengangguran.
—
Tambahan: Saya sengaja menulis S.Sos dan bukannya SE. Dalam hal ini, si tokoh adalah lulusan yang tidak berkompetensi di bidang ekonomi. Gelarnya hanyalah ‘gelar sosial’. Tadinya saya ingin membiarkan ini tersirat, namun karena adanya komentar yang mengingatkan soal penyebutan gelar, saya pikir saya perlu meluruskan hal ini. (11 November 2009)


1 comment